kisah yg disampaikan dari email teman…
Kemarin Ada seorang teman di kantor yang meninggal di usia yang ke-31 dengan status single. Menurut dokter-dokter yang turut melayat, kemungkinan penyebabnya adalah angin duduk, karena pagi harinya dia masih masuk kantor, walaupun pada saat jam istirahat minta ijin pulang karena kepalanya pusing.
Kebetulan ybs tidur sekamar dengan kakak perempuannya yang juga bekerja di kantor yang sama. Dan masih sempat terbangun karena adiknya menanyakan minyak kayu putih sekitar setengah 12 malam, lalu paginya waktu dibangunkan pagi hari untuk berangkat ke kantor,
Ternyata sang adik sudah meninggal dengan posisi tidur dengan wajah sedikit menahan rasa sakit, dan kebiruan sekitar leher. Atas dasar itulah saya informasikan sedikit mengenai angin duduk Atau nama kerennya Sindrom Jantung Koroner Akut.
Angin Duduk sama dengan Sindrom Jantung Koroner Akut Hanya dalam 15 menit sampai 30 menit, orang yang terserang angin duduk bisa meninggal.Padahal, penderita, sebelumnya terlihat sehat-sehat saja. Dunia kedokteran selama dua tahun terakhir berhasil mengidentifikasi istilah baru penyakit jantung yang akrab disebut angin duduk.
Ternyata, penyakit Ini tak sekedar masuk angin berat, tetapi identik dengan Sindrom Serangan Jantung Koroner Akut (SSJKA). Teridentifikasinya istilah ini, menurut Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof DR Dr Teguh Santoso.SpPD, di Jakarta, pekan lalu.
Menandai sebuah koreksi besar terhadap mitos yang berkembang di masyarakat selama ini. Bahwa masuk angin hebat itu adalah penyakit yang berbahaya, bahkan bisa menimbulkan kematian hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit sejak serangan pertama.
Jadi kata Teguh lagi, jika Anda tiba-tiba merasa nyeri dada, Sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apapun termasuk berhubungan seks. Segeralah pergi ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas penanganan Gawat darurat jantung. Ingat!.
Tidak boleh lebih dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama. Sindrom serangan jantung koroner akut merupakan penemuan terbaru akhir banyak disikapi masyarakat dengan tindakan yang salah. Misalnya, penderita dikerok, diberi minuman air panas, atau diberi Ramu-ramuan untuk mengeluarkan angin.
Padahal, penderita bisa meninggal mendadak tanpa ada tanda-tanda sakit.
Gejalanya: * Muncul keluhan nyeri ditengah dada, seperti:
- Rasa ditekan
- Rasa diremas-remas, menjalar ke leher,lengan kiri dan kanan, serta ulu hati.
- Rasa terbakar dengan sesak napas Dan keringat dingin.
- Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu,serta punggung.
Lebih spesifik, Ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti masuk angin atau maag. Sumber masalah sesungguhnya hanya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi).
Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :
* Pertama, adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi
kolesterol tinggi.
* Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus).
* Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yang terus menerus. * Keempat, infeksi pada pembuluh darah.
Penyempitan itu, lanjutnya lagi, mengakibatkan berkurangnya oksigen yang masuk ke dalam jantung. Ketidak-seimbangan pasokan dengan kebutuhan oksigen pada tubuh mengakibatkan nyeri dada yang dalam istilah medisnya disebut “angina”.
Namun kata Teguh,hendaknya dibedakan antara keluhan nyeri pada sindrom serangan jantung koroner akut (SSJKA) dengan serangan jantung koroner (SJK) (infark miokard). Pada SJK, angina terjadi akibat sumbatan total pembuluh darah jantung karena aktivitas fisik yang berlebihan.
Sementara pada SSJKA angina terjadi akibat sumbatan tidak total yang dirasakan saat istirahat. “SSJKA ini memang mendadak. Bukan karena capek, masuk angin, atau penyakit-penyakit lainnya. Biasanya penderita akan meninggal paling lama lima belas menit setelah keluhan rasa nyeri pertama kali dirasakan”kata Teguh.
Masyarakat diminta waspada terhadap keluhan angina ini. Soalnya penderita sebelum terserang akan tampak sehat-sehat. Solusi satu-satunya hanyalah melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu dengan memberikan obat anti platelet (sel pembeku darah) Dan anti koagulan.
Atau, obat untuk mengantisipasi ketidak-seimbangan supply oksigen dan kebutuhan oksigen. Misalnya nitrat, betabloker, Dan kalsium antagonis. Di tempat terpisah, ahli jantung RS Jantung Harapan Kita Dr. Santoso Karo-Karo MPH, SpJp mengungkapkan kondisi rumah sakit di Indonesia tidak terlalu bisa diharapkan untuk pengobatan SSJKA.
Rumah sakit terkesan lambat menangani pasien.Untuk itu IA menyarankan agar penderita yang sudah tahu bahwa dirinya memiliki gangguan jantung sebaiknya membawa tablet antiplatelet ke manapun IA pergi.
Obat Antiplatelet yang paling murah Dan gampang di cari adalah aspirin. Obat ini selain bermanfaat sebagai pertolongan pertama mengatasi nyeri Dan melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat oleh thrombosit atau platelet (sel pembeku darah).
Beda gak sih antara Angin Duduk dan sekedar Masuk Angin akut? Gimana identifikasinya ya?
Oleh: Ollie on Oktober 13, 2006
at 9:53 am
Saya pernah terserang sakit yang hebat di bagian punggung sebelah kiri sampai susah untuk menggerakan anggota tubuh, napas mulai sesak karena menahan sakit. Saya bertahan dengan mengambil napas dalam2 secara paksa. Setelah satu jam reda rasa sakit, hanya tersisa sedikit sakit seperti bekas pukulan. Hal ini terjadi saat saya banyak melakukan aktifitas fisik yg berat, atau kerja shift malam. Apakah ini termasuk gejala SSJKA? Setiap berobat ke dokter saya tidak mendapatkan penjelasan yg cukup ttg keluhan saya, hanya diberi obat, hilang rasa sakit,selesai. Mohon penjelasan tentang keluhan saya lewat alamat email tersebut. Terima kasih.
Oleh: Bahrudin on Oktober 8, 2007
at 12:09 pm
apa penyakit angin duduk selalu disertai keringat dingin???
apa orang yang pernah terserang angin duduk punya kemungkinan lebih besar untuk terserang kembali??
Oleh: ari on Februari 10, 2008
at 7:18 pm
sekitar jam 22.30 ketika saya duduk di teras depan sambil asyik menikmati sebatang rokok ,tiba2 ada angin dingin yang berhembus menerpa wajah saya ,dan selang 15 menit kemudian perut saya kejang dan usus rasanya kaya di printir disertai keringat dingin sy dan istri sy panik ,trus punggung dan perut sy di kasih balsem ,rasa sakit ga mau hilang sampai akhirnya sy mencoba untuk duduk bersila dgn tangan di atas lutut (kaya orang lagi semedi) kemudian sy tarik napas dalam2 melalui hidung dan napas tersebut saya arahkan kebagian perut yang nyeri ,al hasil yang tadinya ga mo BAB (buang air Besar) setelah itu mau dan akhirnya rasa sakit itu hilang. trus yang saya mau tanyakan Apakah sy terserang angin duduk? Trus kira2 ada hubungannya gak dengan penyakit jantung?
terimakasih sebelumnya
Oleh: Agus mursyid on April 10, 2008
at 12:17 pm
saya juga mengalami gejala2 seperti mual/muntah, pusing, sesak, seluruh badan pegal2, perut kembung. apakah itu gejala SSJKA. mhon jawabanya dikirim ke alamat e-mail saya. trimakasih
Oleh: budi priyatno on April 25, 2008
at 3:40 pm
Ibu Saya belakangan ini slalu mengeluh sakit dada, keluar keringat dingin, pusing, serta BAB bercampur darah. Diagnosa dokter rumah sakit belum ada kepastian ibu saya mengidap penyakit apa. Dari gejala2 yg ada, apa ibu saya berpeluang mengidap penyakit jantung koroner ?
Mohon Jawaban-ya ke alamat email saya, Saya tunggu bantuan Anda, terima kasih.
Oleh: evi on Mei 27, 2008
at 3:21 pm
[...] http://dennyhendrata.wordpress.com/2006/09/05/angin-duduk-untuk-diketahui/ [...]
Oleh: Dapet Gejala Vertigo… | Jouledoc Notes on Web on Agustus 8, 2008
at 9:46 am
Ass, wr wb.
Saya ingin sharing pendapat mengenai angin duduk, kemarin hari minggu tgl 14/9, kakak ipar saya terkena angin duduk dan meninggal dunia ketika di bawa ke RS (DoA), kronologis kejadiannya adalah didahului dengan rasa nyeri di dada, kemudian setelah di berikan minyak kayu putih agak lega, beliau sempat buka puasa dahulu dan bergegas akan ke Masjid, baru 10-15 meter dari rumah beliau kembali merasakan sesak yang amat sangat dan terjatuh lunglai, kami membawa beliau ke RS dan menurut dokter sudah tidak bisa di selamatkan.
Apakah ini termasuk terserang angin duduk?
selama ini kakak saya tidak memiliki keluhan sesak nafas dan kakak saya bukan perokok (sama sekali)?
Apa penyebabnya?
Bila ada yang memiliki saran saya sangat harapkan untuk digunakan pada kejadian lain, terima kasih
Oleh: Ibrohim on September 17, 2008
at 3:17 pm
sudah 2 hari ini saya terkena masuk angin yg amat sangat. selain merasa kembung, mual/muntah, badan saya jg sangat skit seperti habis dipukul2, saya jg merasa nyeri pada bagian ulu hati. dari kemarin pengobatan yg saya lakukan hanya pijat dan kerok, serta olesan minyak kayu putih..
lalu pagi ini saya jadi teringat kakak kelas jaman SMA dulu yg meninggal karena angin duduk..
iseng2 googling..ternyata banyak artikel tentang angin duduk ini ya. jika saya ingin memeriksakan diri ke rumah sakit, apakah harus ke rumah sakit khusus jantung atau bagaimana?
karena seperti yg kita tau, penyakit masuk angin cenderung diremehkan, takutnya jika saya ke rs umum biasa, nantinya malah tidak diperiksa dengan baik
mohon pencerahannya ya
Oleh: devi on September 22, 2008
at 9:24 am
Saat ini ketika masuk kerja punggung sebelah kiri saya sangat sakit, hingga mengakibatkan saya sulit sekali bernapas. (for inform : mlm nya saya pulang krja jam setengah 10, dan hrs bangun pagi krn masuk krj jam 7)
Karena memang berada di depan komputer saya langsung googling dan mencari informasi tentang angin duduk, krn dulu tmn saya ketika sedang bermain game di dpn komputer tiba2 dia sesak napas dan tdk bs menggerakan anggota badannya. selang beberpa menit kemudian dia berangsur pulih dan menelepon saya, dan mengatakan bahwa dia terserang angin duduk.
Hampir 2 jam saya msh merasakan sakit di daerah punggung saya dan menjalar hingga ke tangan kiri saya, dan saya sulit untuk menarik napas.
Apa saya terserang angin duduk?
dimohon penjelasan dan bantuannya segera ya..
Penjelasannya bisa dikirim ke email saya, dan akan saya sharing.
trimakasih bnyk..
Oleh: siska on September 24, 2008
at 10:16 am
To Siska :
Jangan sampai deh kamu bukan kena angin duduk…
Krn setau saya kalo kena angin duduk biasanya meninggal. Makanya kamu & yg lain jg harus bisa judge diri kalian, bahwa kalian nggak terserang angin duduk! Doktrin pikiran anda dgn pikiran positif!
Maka terjadilah sesuai keyakinanmu..!
Semoga cepet sembuh..! GBU
Oleh: Randy on September 24, 2008
at 12:00 pm
Btw buat Siska, sayang kalo org semaniez kamu DIE krn angin duduk..! Hahaha..!
Matinya nggak bonafit..! :p Peace..
Oleh: Randy on September 24, 2008
at 12:02 pm
Angin duduk bisa menyerang siapa saja, jadi berhati-hatilah, karena bisa menyebabkan kematian, jika datang menyerang usahakan duduk bersila seperti yoga, ambil nafas secara teratur.
Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa menjauhkan kita dari Penyakit Ini, dan kalaupun menyerang dapat sembuh lagi.
Oleh: Nasril Winta on Oktober 8, 2008
at 11:06 am
Mo tanya, 2 hari yg lalu tiba” bapak saya juga merasakan sakit seperti ditekan di dada, trus dikasi koyo, besoknya bapak saya mengalami sakit lagi di dada kali ini dikerok, trus malamnya dibawa ke dokter untuk di cek up Alhamdulillah hasilnya sehat, baik untuk paru-paru dan jantung. Dokter bilang kondisi paru-paru ma jantung beliau bagus. Alhamdulillah sekarang sudah dalam kondisi sehat.
Yg ingin saya tanyakan apa itu termasuk gejala angin duduk??
Bisakah kambuh lagi?
Untuk solusi awal apa yg bisa dilakukan jika angin duduk itu menyerang?apa hanya dengan pemberian aspirin?Apa tidak ada obat lain ato solusi lain selain pemberian aspirin?mengingat semua kan mendadak.Apa dengan pemberian Aspirin tidak usah dibawa ke dokter?
Mohon dibalas di email saya.
Terima Kasih
Oleh: Mita Cantique on Oktober 10, 2008
at 3:40 pm
saya sejak 4 hari yg lalu merasakan nyeri di dada, dan saya pikir itu nyeri biasa, namun pada hari ke-4 saya mencret2, apakah itu termasuk gejala angin duduk? namun saya tidak merasa mual, keram di leher atau tangan…
mohon masukannya
Oleh: wildan on Oktober 16, 2008
at 5:49 am
waktu smp sy sering mengalami sakit seperti ditusuk2 d dada kiri, biasanya hilang setelah sy diam tdk bergerak slma bbrapa menit, kalau kalau bergerak2 sakit itu terus ada.
3 yhn lalu, saat kuliah, sy pernah di cek jantung oleh dokter spesialis olahraga dg cardiograph (betul ga istilahnya ya, pokoknya yg hasilnya sperti kurva gempa bumi), dokterr bilang jantung sy sehat dg dinding yg kuat. sy ceritakan ttg kjadian saat smp beliau bilang “bukan, bukan, bukan sakit jantung itu”.
bbrp hari lalu sy kena anemia hingga sesak nafas, dan dada kiri sy kembali sakit (stlh bertahun2 tdk muncul).
semalam tetangga sy meninggal krn angin duduk, sy baru tahu kalau itu berhubungan dg jantung.
mungkin ada rekan2 yg mengalami hal sm dg sy, mohon berbagi pengalamannya..
salam
Oleh: arifianto on Oktober 22, 2008
at 8:08 am
sbnarnya pa perbedaan yg plg mncolok antara angin du2k dengan masuk angin.?
soalny saya pernah sesak d dada akbt beraktifitas d mlm hari.stelah sesak berkurang saya mengeluarkn angin yg berbau tdk enak dr mulut saya..
mohon penjalsanya,trima kasih
Oleh: Arif on Oktober 29, 2008
at 6:11 am
gejala awal angin duduk itu apa saja? saya sering kena sesak nafas beberapa detik saja,kadang2 juga nyeri didada.apakah itu gejala angin duduk?
Oleh: hanik on November 13, 2008
at 6:04 pm
Waktu saya masih kelas 2 SLTA, sekitar tahun 1985 saya pernah tiba-tiba tidak bergerak sama sekali saat duduk di kursi dengan kaki terlipat. Kemudian oleh teman-teman saya di bawa ke ahli pijat saraf, dikatakan saya terserang angin duduk. Kemudian pinggang dan jari kaki dipijat dan alhamdulillah seketika sembuh. Kemudian pada tahun 1990 saya pernah tiba-tiba pingsan waktu istirahat dan ngobrol santai dengan teman sekantor, saya sempat mengeluh dada saya sakit ke teman tersebut dan tahu-tahu saya sudah ada di rs. Hasil pemeriksaan saya dikatakan normal saja, jantung saya juga dikatakan normal.
18 tahun kemudian gejala itu muncul lagi, bahkan untuk bernafaspun sakit, sehingga saya harus menahan laju nafas saya sampai normal kembali. Kebetulan ada teman saya yang menawari periksa dengan metode iridiologi oleh DR. Dewi dari Bandung, dan saya dinyatakan sakit penyumbatan pembuluh darah di bagian belakang kepala karena terlalu banyak mengkonsumsi gorengan dan garam. Saya gemar gorengan dan suka makanan yang cenderung asin. Kemudian saya disarankan dengan terapi herbal. Selama 3 bulan banyak perkembangan yang saya rasakan, sakit tersebut tidak saya rasakan lagi. namun karena terapi tersebut mahal, terapi hanya saya jalani selama 3 bulan saja. Setelah 2 tahun berlalu rasa sakit tersebut muncul kembali sampai kini. Adakah herbat yang murah dan praktis untuk pengobatan tersebut, mohon informasi selengkapnya.
Oleh: Budi Wibowo on Februari 25, 2009
at 7:55 pm
Beberapa taun yg lalu saya pernah menderita serangan angin duduk (menurut Dr yg memeriksa pd waktu itu), dgn ciri2: dada spt ditekan, kepala pusing, keringat dingin, apakah benar itu termasuk serangan angin duduk?
Apa berbedaan yg mendasar antara masuk angin berat dgn angin duduk? Krn kalau dilihat dari ciri2nya hampir sama.
Trus seandainya sy pulang kantor sudah merasakan pusing, keringat dingin dan gejala masuk angin lainnya, apa yg hrs saya lakukan? apakah mandi dgn air hangat dahulu atau makan?
Pencagahan dan tindakan apa yg paling tepat untuk mengatasi masalah Angin Duduk?
Mohon informasi selengkapnya di Email saya.
Terima kasih atas infonya
Oleh: Dewo on Maret 1, 2009
at 9:09 pm
Sudah 17 hari kakak sepupu saya meninggal. Ketika melihat jasadnya, di sekitar leher dan punggung kebiru-biruan dan dimulutnya keluar air liur berbusa. Beberapa hari sebelumnya dia mengeluh sakit dan minta dikerokin sama rekan kerjanya, dan di tempat tidur dia ada obat pereda sakit yang bisa dibeli warung biasa.
Yang saya ingin tanyakan, apakah karena masuk angin merupkan penyebab utama munculnya penyakit itu ?.
Saya mohon informasi selengkapnya tentang penyakit tersebut, dan terima kasih sebelumnya.
Oleh: Yudiman Adiredja on April 6, 2009
at 5:30 pm
Dear All,
Semua artikel2 sudah dibaca, tapi yang jadi pertanyaan ” ada nggak obatnya”
mohon penjelasannya
usmankawa@yahoo.co.id
Oleh: Usman on April 18, 2009
at 11:20 am
kayaknya komentar semua,,,, solusinya NOL
Oleh: Usman on April 18, 2009
at 11:21 am
saya terkadang sakit nyeri dipunggung kanan dan tembus ke dada, saya perkirakan ini angin duduk, saya pernah pergi ke apotik menanyakan aspirin tetapi sudah tidak ada. obat lain selain aspirin untuk angin duduk ini apa? tolong kirimkan jawabannya ke email saya, karena ini penting
Oleh: anna on April 26, 2009
at 2:50 pm
waktu jam 5 sore tiba2 perut sebelah kanan bawah sakit tak tertahan, keringat dingin mulai keluar karena menahan sakit lalu saya olesi minyak kayu putih dan pinggang saya bekam terus rasa sakitnya agak reda, tapi habis makan kambuh lagi akhirnya di suntik ama mbak bidan. memang gejala awalnya payah buang air kecil dan juga air besar..apa saya terkena serangan angin duduk?
Oleh: supardi on Mei 24, 2009
at 7:03 pm
ah, usman mah rese
orang2 lagi pada bingung
kasian lagi
hm… memang kudu ada forum untuk menampung pertanyaan yang bejibun ini
kudu ada yang bisa ngejelasin ini masalah
sharing solusi
kalau memang lebih banyak yang bingung mau bagaimana lagi
hue.. jaga makanan deh
jangan gemuk2
Oleh: rosx on Mei 27, 2009
at 9:12 pm
apa setiap orang yang terkena angin duduk langsung mati??????
atau ada obatnya????????
Oleh: afu on Juni 27, 2009
at 8:02 am
salam kenal smua, saya andro mohon bantuan info ya.
dulu saya pernah rasa sakit sudah beberapa tahun yg lalu tp saya lupa bagian dada ato punggung, trus sy dipijitin tetap gak ada perubahan lalu dikerok, merah memang seperti masuk angin jg tidak ada perubahan, menurut temen mungkin angin duduk. saya disuruh minum jamu ARMA, setelah minum terasa tidur enak nyenyak, dan besok paginya serasa tidak pernah alami sakit/sembuh hingga tahun kemarin. dan jamu ARMA itu sudah tiraik pemerintah tidak boleh di pasarkan lg. tahun kemarin saya alami sakit lg di bagian belakang punggung kanan tengah jika bergerak sedikit terasa sakitnya minta ampun hingga tdk bisa bernafas/sesak saya minum jamu kalau tdk salah jamu FLU TULANG dan sembuh jg. tgl 11-7-2009 kemarin jg sakit tdk kuat jln dipijit n dikerok juga tidak ada perubahan, malamnya saya minum jamu FLU TULANG lg sekarang terasa lebih baikan cuma belum total.
pertanyaan saya apakah ini termasuk angin duduk/jantung koroner…?
obat apa yg harus saya minum ?
mohon bantuan teman2 untuk informasinya
salam
Oleh: androlaw on Juli 12, 2009
at 2:19 pm
afwan sy sugita-herbalia hpa-grobogan…penyebab utama serangan jantung;angian.krn bs memicu gerak jantung tdk stabil,trmsk stop gerak.dg sikond koroner pmbuluh drh skitar jantung.ini bs fatal akibatnya/kmatian..angin krn pncernakan,pola hdp slh,srees,pola makan buruk,proses kimia tbh dll.ada angin perut.angin drh,angin sendi dll.serngan krn angin jd parah trgantung organ/lokasi gangguan angin..jd self healing bs jd utk intropeksi diri.dg intropeksi diri bs antisipasi tingkat serangan angin…jd angin duduk sm dg jantung koroner sy kurang setuju…alohualam…
Oleh: sugita on Juli 18, 2009
at 5:34 pm
Sore,Dok.sya mo tnya knpa ya kpla sya ska pusing,keluar kringat dingin,dada brdebar-debar.kmrn sya chek up tknan drh sya normal.kolesterol nya jg normal.ini sdh da 3 bln.pa ni gjla angin du2k/jantung?
Sya mhon jwban nya dr dokter.terima kasih..
Oleh: Ace on Agustus 16, 2009
at 4:18 pm
cari informasi ttg angin duduk.
Oleh: kejarsetoran on September 10, 2009
at 5:26 am
Baru saja tadi pagi teman saya meninggal dunia disebabkan oleh angin duduk itu (SSJKA) sayang sekali yah, tidak ada info lebih lanjut dari pihak dinas kesehatan agar masyarakat dapat mencegah atau bertindak jika ada seseorg yang terkena angin duduk tersebut….
Oleh: ANDRE on Oktober 13, 2009
at 11:59 am
jd pengen ikutan sharing…
dengan beberapa teman di atas pengalaman saya juga hampir sama.hanya saja sakit yang saya rasakan bukan di tengah dada sampai ulu hati melainkan di dada sebelah kiri.
saya tdk terlalu ingat persis kapan pertama kali mengalaminya. tapi kejadian ini mulai jadi perhatian saya sejak saya mengalami serangan saat saya masih duduk di bangku SMP kelas 2. waktu itu tepat pulang sekolah. saya baru saja keluar kelas dan masih berada di halaman sekolah ketika tiba-tiba dada sebelah kiri saya sakit. kalau istilah saya, rasanya jantung saya seperti kejepit. saya langsung berhenti berjalan. mencoba untuk tarik nafas dalam2. perlahan saya tarik nafas, ternyata malah makin sakit dada saya. saya bermaksud mau ke pinggir pekarangan coba buat duduk. krn gak enak juga matung di tengah ramainya anak2 sekolah yg berkeliaran. tapi waktu saya langkahkan kaki, sakitnya juga makin terasa. saya gerakin tangan kiri juga sakit di dada saya makin terasa. cuma tangan kanan yang bisa saya gerakan coba menekan-nekan dada kiri saya. gak ngaruh.
ya udah saya cuma berdiri aja sambil ngatur nafas saya pendek-pendek supaya gak sakit.
gak sampai 5 menit baru sakitnya hilang…
sejak saat itu saya jd mikir, apa itu serangan jantung ya? masak sih saya yang masih smp udah kena serangan jantung? ah gak mungkin! pikir saya.
meskipun jarang serangan itu terus berulang dlm frekwensi paling tidak setahun sekali. dan cenderung hanya 2-3 menit.
sampai pada suatu hr ketika saya duduk di kelas 3 SMA. sepulang sekolah dada saya sakit lagi. krn setelah 5 menit sakitnya gak hilang saya paksakan bergerak. bisa tapi pelaaaaaaaaan sekali. saya jalan pelan2 sambil nahan sakit. saya minta tolong teman antarkan saya pulang dengan motornya. krn jarak sekolah dgn rumah saya tidak terlalu jauh. sampai di rumah saya cuma bisa berbaring miring ke kiri. krna kalau tidur telentang atau miring ke kanan terasa sakit sekali. saat itu adalah serangan yg paling lama saya rasakan karena terjadi sekitar jam setengah 12 siang sampai jam 5 sore.
keesokan harinya saya ke RS Sumber Waras. dokter yang memeriksa menganjurkan saya rekam jantung tapi tidak saya lakukan krn saya pikir, percuma diperiksa kalau sakitnya sedang tidak terasa.
tapi diagnosanya dokter otot saya tegang trus saya kurang kalsium jd saya dikasih obat buat nambah kalsium. setelah beberapa kali minum obat itu, saya putuskan untuk tidak saya teruskan krn saya merasa tidak ada pengaruhnya.
sampai saat ini serangan itu masih terjadi tiap tahunnya. paling lama 15 menit. usia saya sekarang 26 tahun dan sedang hamil anak pertama. usia kandungan saya sekitar 15 minggu/3bln lebih.serangan terakhir terjadi sekitar sebulan yang lalu. untungnya saya sedang di rumh. saya duduk bersandar di tempat tidur sambil mengatur nafas. berlangsung sekitar 15 menit.
tapi kali ini saya agak khawatir, mudah2an serangan itu tidak terjadi saat proses melahirkan nanti…
Oleh: nurul musyafirah on November 23, 2009
at 10:50 am