Membongkar Kesesatan Doraemon, Dragon Ball, dan Sincan

Anak-anak ibarat ‘kertas putih’ yang dapat dituliskan apa saja pada dirinya. Pada masa anak-anak, apa saja yang dilihat dan didengar dapat membekas di dalam sanubarinya yang masih polos, jika telah terukir di dalam hatinya, akan tergambar dan tersalurkan jika kelak mereka menjadi dewasa.

Tidak dipungkiri lagi, banyak beredar kisah-kisah menarik yang dikemas sedemikian rupa agar disukai anak-anak; kebanyakannya termasuk kisah-kisah fiktif yang dibumbui dengan cerita-cerita kebohongan, syirik, kebobrokan akhlaq, dan gambar bernyawa.

Walhasil, kita dapat melihat betapa banyak anak-anak muslim yang lebih mengenal tokoh-tokoh fiktif hasil produksi orang-orang kafir daripada mengenal tokoh-tokoh muslim, seperti para sahabat, dan ulama’ Salaf; betapa banyak anak-anak muslim yang menghafal cerita-cerita khurafat dibandingkan kisah-kisah penuh ibroh (pelajaran) yang telah diceritakan dan diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ketika anak-anak bergerombol di depan televisi tak ada satu orang tua pun yang bergeming dan prihatin sikap anak-anaknya. Padahal apabila kita perhatikan, maka nasib anak-anak kita berada dalam kondisi memprihatinkan. Bagaimana tidak, sementara film-film kartun tersebut mengajarkan kepada mereka pelanggaran-pelanggaran syariat Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.

Tulisan yang ada di depan Anda ini akan membongkar kesesatan, dan penyimpangan beberapa film kartun yang paling populer di tengah-tengah masyarakat yang menyesatkan dan meninabobokkan cikal bakal umat ini.

• Doraemon si Boneka Ajaib

Konon kabarnya, Doraemon bisa pergi menjelajah di masa lalu dan di masa yang akan datang. Katanya, ia dapat mengadakan sesuatu yang belum ada menjadi ada dengan “kantong ajaibnya”. Dalam kartun, ia digambarkan sebagai tempat untuk dimintai segala sesuatu yang ghaib oleh temannya. Lihatlah bagaiman film kartun tersebut betul-betul menyimpang dari aqidah.

Segala sesuatu telah ditetapkan waktu dan ajalnya oleh Allah Ta’ala. Makhluk tak mampu mengatur waktu sekehendaknya, baik itu memajukannya atau mengundurkannya. Makhluk tak akan mampu menyebrang dari zaman kekinian menuju zaman lampau atau sebaliknya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu. Maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al-A’raaf: 34)

Kartun Doraemon telah mengajarkan aqidah (keyakinan) batil dalam benak anak-anak kita tentang adanya makhluk yang memiliki kemampuan yang menyamai Allah Ta’ala.

Kartun Doraemon telah mengajarkan aqidah (keyakinan) batil dalam benak anak-anak kita tentang adanya makhluk yang memiliki kemampuan yang menyamai Allah Ta’ala. Makhluk ini digambarkan mampu mengadakan segala sesuatu yang belum ada menjadi ada. Padahal telah paten dalam Al-Qur’an dan Sunnah bahwa tak ada makhluk yang mampu melakukan segala sesuatu yang ia kehendaki, karena itu semua ada dalam kekuasaan Allah; itu hanyalah sifat yang dimiliki Allah. Dia berfirman,

وَلَكِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ

“Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 253)

إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ

“Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki.” (QS. Huud: 107)

Tak terasa si Doraemon pun mengajari anak kecil untuk meminta dan berdoa kepada selain Allah dalam perkara yang tak mampu dilakukan oleh seorang makhluk, hanya bisa dilakukan oleh sang Khalik, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah berfirman,

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

“Dan Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyeru (berdoa) kepada seseorangpun di dalamnya di samping Allah.” (QS. Al-Jin:18 )

Abu Abdillah Al-Qurthubiy rahimahullah berkata, “Firman Allah ini adalah celaan bagi orang-orang musyrikin saat mereka berdoa kepada selain Allah di samping Allah di Masjidil Haram. Mujahid berkata, “Dulu orang-orang Yahudi dan Nashrani, jika masuk ke gereja dan kuil mereka, maka mereka mempersekutukan Allah (dalam beribadah). Maka Allah memerintahkan Nabi-Nya, dan kaum mukminin agar mereka memurnikan doanya hanya kepada Allah jika mereka masuk ke semua masjid.” (Lihat Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an: 19/21)

Doraemon mengajari anak kecil untuk meminta dan berdoa kepada selain Allah dalam perkara yang tak mampu dilakukan kecuali oleh sang Khalik.

• Dragon Ball

Cerita dalam film ini banyak mengandung unsur kebatilan, seperti adanya penyembahan dewa-dewa seperti Dewa Emperor, Dewa Bumi, Dewa Gunung, Dewa Naga, dan lain-lain. Keyakinan ini seluruhnya berasal dari agama Budha, Hindu dan Shinto yang penuh dengan kebatilan dan kesesatan, sementara Allah hanyalah meridhai Islam sebagai agama yang benar.

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19)

Mufassir ulung, Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Firman Allah Ta’ala tersebut merupakan pengabaran dari-Nya bahwa tak ada agama di sisi-Nya yang Dia terima dari seorang pun selain Islam, yaitu mengikuti para Rasul dalam perkara yang mereka diutus oleh Allah dengannya dalam setiap zaman sampai mereka (para rasul itu) ditutup dengan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah menutup semua jalan menuju kepada-Nya, selain dari arah Muhammad. Barangsiapa yang setelah diutusnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menemui Allah dengan suatu agama yang tidak berdasarkan syari’atnya, maka agama itu tak akan diterima.” (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim: 1/471)

Jadi, agama apapun selain Islam, seperti agama Buddha, Hindu, Shinto, dan lainnya, semuanya tak akan diterima oleh Allah, dan pelakunya akan merugi, karena kekafiran dirinya. Allah Ta’ala berfirman, “(artinya) Barangsiapa mencari agama selain agama islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imron: 85 )

Seorang Imam Ahli Tafsir, Abul Fadhl Mahmud Al-Alusiy rahimahullah berkata dalam menafsirkan ayat ini, “Allah Ta’ala menjelaskan bahwa barangsiapa yang –setelah diutusnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih selain syari’at beliau, maka agama itu tak akan diterima darinya. Sedangkan diterimanya sesuatu adalah diridhainya, dan diberikannya balasan bagi pelakunya atas perbuatan itu.” (Lihat Ruh Al-Ma’aniy: 3/215)

Jika kita telah mengetahui kebatilan agama selain Islam, maka tak layak bagi kita dan anak-anak kita untuk berbangga, meniru, dan memuji orang-orang kafir itu, dan gaya hidup mereka, apalagi sampai memilih agama mereka sebagai pedoman hidup!! Jauhkanlah anak-anak kita dari orang-orang kafir, jangan sampai mereka bangga dengan orang-orang kafir. Bersihkanlah mulut dan telinga mereka dari istilah-istilah orang-orang kafir, dan paganisme dengan jalan membersihkan rumah kita dari benda pembawa petaka (televisi) yang berisi tayangan yang mendangkalkan, bahkan menghanguskan agama. Kita harus baro’ (berlepas diri) dari orang-orang kafir, dan sembahan-sembahan mereka,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآَءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan Dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu, dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (QS. Al-Mumtahanah: 04)

Ayat ini mengajarkan kepada kita agar punya pendirian terhadap orang-orang kafir. Kita harus tegas dalam menampakkan keyakinan kita. Jangan malah kita yang bangga dan tertipu dengan kekafiran mereka, karena hanya sekedar kemajuan semu yang mereka capai di dunia ini.

Allah Ta’ala berfirman,

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

“Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri-negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.” (QS. Ali Imran: 196)

Imamul mufassirin, Abu Ja’far Ath-Thabariy rahimahullah berkata, “Allah Ta’ala Dzikruh melarang Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam agar jangan tertipu dengan bergerak (bebas)nya orang-orang kafir di negeri-negeri, dan penangguhan Allah bagi mereka, padahal mereka berbuat syirik, mengingkari nikmat-nikmat-Nya, dan beribadahnya mereka kepada selain-Nya.” (Lihat Jami’ Al-Bayan: 3/557)

Jadi, bebasnya mereka di muka bumi ini, dan majunya mereka dalam segala lini kehidupan jangan membuat kita tertipu dengan mereka, sehingga akhirnya tak lagi mengingkari kekafiran mereka, dan malah memilih sikap toleran bersama mereka dalam urusan agama (aqidah, ibadah, akhlaq, dan lainnya).

Jika kita telah mengetahui kebatilan agama selain Islam, maka tak layak bagi kita dan anak-anak kita untuk berbangga, meniru, dan memuji orang-orang kafir itu, dan gaya hidup mereka . . .

• Sincan (Simbol Anak Durhaka)

Sincan adalah anak yang sering mendurhakai kedua orang tuanya, dia suka berbohong, mengeluarkan kata-kata yang kurang ajar kepada kedua orang tuanya, dan suka membuat orang tuanya marah dan jengkel. Jadi, jangan heran kalau banyak anak-anak sekarang yang meniru watak Sincan tersebut, karena telah terpengaruh oleh cerita kartun tersebut.

Allah Ta’ala berfirman, “(artinya) Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra’: 23 )

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan diantara dosa-dosa besar, “Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua.” Kemudian Beliau Shollallahu ‘alaihi wasallam duduk -sebelumnya bersandar- sambil bersabda, “Ingatlah, dan juga perkataan dusta.” (HR. Al-Bukhriy dalam Shahih-nya no. 2511, Muslim dalam Shahih-nya no.87, At-Tirmidziy dalam Sunan-nya no. 1901, Ahmad dalam Musnad-nya no. 20401)

Abu Amr Ibnush Shalah rahimahullah berkata, “Mungkin bisa dikatakan, Taat kepada kedua orang tua adalah wajib dalam segala sesuatu yang bukan maksiat; menyelisihi perintah keduanya dalam hal itu adalah kedurhakaan”. [Lihat Umdah Al-Qoriy, no. 13/216)

Jadi, termasuk dosa besar, jika seseorang mencela, membentak, merendahkan orang tuanya. Semua ini adalah bentuk-bentuk durhaka yang terlarang di dalam agama kita yang memiliki aturan yang amat sempurna!!

Inilah beberapa kesesatan film-film kartun tersebut. Namun kesalahan dan kesesatannya, sebenarnya masih banyak. Andaikan waktu dan tempat mencukupi, maka kami akan paparkan secara rinci sesuai tinjauan Al-Qur’an dan sunnah. Tapi sesuatu yang tak bisa dikerja dominannya, ya jangan ditinggalkan semuanya. Semoga pada waktu yang lain kami akan bahas kembali, Insya Allah. (PurWD/voa-islam.com)

Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 38 Tahun I, Penerbit: Pustaka Ibnu Abbas.

13 thoughts on “Membongkar Kesesatan Doraemon, Dragon Ball, dan Sincan

  1. hindu,budha, shinto mengajarkan tntang kebaikan dan kebatilan. Agama-agama tersebut tidak memaksa manusia untuk menjadi baik atau jahat. itu ada pilihan hidup. Hindu mengenal ajaran ” ia yang menyembah raksasa akan kembali kepada raksasa, ia yang menyembah dewa akan kembali kepada dewa dan ia yang menyembah Tuhan akan kembali kepada tuhan”. Hindu tidak mengenal allah bagaimana mungkin kembali kepada allah. tetapi hindu menghargai bahwa “Tuhan itu hanya satu tetapi para bijaksana menyebutnya dengan banyak nama, sesuai dengan fungsinya masing-masing “. mungkin termasuk yang di sebut Allah oleh umat muslim, yesus oleh kristen, budha oleh umat budha. Hindu adalah agama tertua didunia. seperti adanya sel otak, ia terdiri dari satu sel pada mulanya dan berkembang kemudian menjadi bermilyar-milyar sel. dan masing-masing memiliki fungsi tersendiri. Seandainya dengan menyakini AGAMA itu yang benar maka saya yakin tidak akan ada teroris di dunia ini. Satu pertanyaan buat kita semua” seandainya Allah, Tuhan itu maha tahu, maha hebat dan menciptakan manusia beserta segala isinya, kenapa Allah, Tuhan tidak mampu membuat SEMUA MANUSIA mengerti tentangnya dan hanya menjadi penyembahnya ? bukankah IA mampu untuk itu?”

    • Karena manusia bukan hewan. Manusia diberi karunia akal-budi. Dengan akal budi itulah ia dapat berpikir, dengan berpikir kemudian ia memilih. Allah tentu mahakuasa untuk membuat semua manusia menjadi baik, tetapi Allah ciptakan dunia sebagai ujian. Siapa yang berhasil dan layak mencapai surga, tentu hanyalah mereka yang berbuat baik selama di dunia ini.

      Ini juga menjelaskan, mengapa ada surga dan neraka. Bukankah semua agama mengenal ini (surga-neraka) dengan bahasanya sendiri. Artinya, jika semua manusia sudah menjadi manusia yang sedemikian baik dan ideal, untuk apa ada surga-neraka. Justru adanya surga-neraka karena sifat fitrah manusia adalah sebagai makhluk yang berpikir. Makhluk yang diberi kemampuan untuk memilih benar atau salah. Sekali lagi “memilih”, karena jika “mengetahui” semua orang relatif mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.

      Dalam kitab suci Al-Quran (surah al-Kaafirun) dijelaskan bahwa Islam tidak pernah memaksakan agama. “Untukmu agamamu dan untukku agamaku”. Anda memiliki pilihan, silakan. Demikian pula dengan saya.

      Dalam hal beragama, Allah memberi kebebasan kepada manusia. Meskipun kebenaran itu dari Allah, namun Allah tidak pernah memaksa manusia untuk mengimani Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang ingin beriman, maka imanlah. Siapa yang ingin kafir, maka kafirlah.

      Pun demikian, Allah menciptakan manusia menurut fitrah beragama tauhid. Semua bayi yang lahir, mempunyai kesiapan untuk beragama Islam. Ketika ia besar, ia menjadi kafir atau memeluk agama selain Islam, maka itu adalah karena pilihannya, yang bisa akibat dari didikan dari orangtua atau pengaruh lingkungan dan sebagainya.

      Karena sesungguhnya, Allah tidak pernah menganiaya hamba-Nya. Jika ia sampai masuk ke neraka, itu tak lain karena ia sendirilah yang telah menganiaya dirinya sendiri. Allah berfirman, “Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih.” (QS Al Insyiqaaq 24)

      Adanya perbedaan agama di dunia ini, iman atau kafir, itu adalah pilihan orang masing-masing. Di dunia ini juga Allah tidak membedakan antara orang yang beriman dengan orang yang kafir dalam hal memberi rezeki.

      Nabi Ibrahim a.s. pernah berdoa sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya, “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS Al Baqarah 126)

      Mohon maaf, menyitir kalimat Anda: “Tuhan itu hanya satu tetapi para bijaksana menyebutnya dengan banyak nama, sesuai dengan fungsinya masing-masing “

      Sekarang, ada pertanyaan dari saya: Betulkah umat Hindu hanya memuja Tuhan Yang Maha Esa? Kalau betul, mengapa mereka menghormati banyak dewa? Apakah umat Hindu juga memuja berhala? Kalau tidak, mengapa mereka menggunakan patung-patung dan berbagai jenis sajen? Apakah Tuhan yang dipuja umat Hindu bisa makan seperti manusia, sehingga umatnya perlu mempersembahkan aneka sesajen? Mengapa Hindu di India berbeda dengan Hindu di Bali, Jawa, dan daerah lainnya? Apakah ajaran Hindu boleh diubah semau-maunya? Lantas, siapakah yang Anda maksud “para bijaksana” tersebut?
      Mengapa “para bijaksana” berhak memberi nama/fungsi kepada Tuhan?

      Mohon maaf, agama Islam sebagai agama samawi (agama langit) memiliki pedoman yang jelas, yang berlaku sama di seluruh muka bumi, yang berlaku tetap dari masa ke masa. Mengapa? Karena sesuai dengan sifat insaniyah nan kodrati dari manusia.

      Saya kira, ini juga berlaku pada agama Kristen (Protestan) dan Katolik. Mereka memiliki aturan yang juga baku dalam Kitab Sucinya (Injil) serta berlaku di seluruh dunia. Inilah ciri agama langit.

      Dalam Islam, tidak ada nama yang dibuat-buat untuk Allah. Semua tertulis dalam Al Quran, tentang siapa Allah (pun apa saja nama-nama dan artinya). Penyebutan nama Allah, tidak ditentukan Oleh Rasulullah Muhammad saw sekalipun, sebagai Nabinya ummat Islam.

      Kemudian, pernyataan Anda bahwa “agama hindu adalah agama tertua di dunia”, bisakah Anda memberikan referensinya. Apakah dalam kitab suci Anda tertulis dengan pasti kapan agama hindu lahir? Apakah di kitab suci tersebut tercantum tentang adanya Adam, Hawa, Nuh (Noah), dst. Sebagaimana yang tercantum dalam Al-Quran dan juga Injil.

      Islam dan Kristen memiliki catatan sejarah yang lengkap dan jelas. Mengapa? Karena sebagai agama yang menjadi pedoman bagi manusia, tentu ia harus mempunyai kejelasan. Bagaimana ia bisa menjadi pedoman jika ia tidak bisa menjelaskan dirinya sendiri.

      Demikian, tanggapan paling sederhana saya atas komentar Sdr. Widana. Tanggapan atas komentar ini tidak terkait dengan artikel “Membongkar Kesesatan Doraemon, Dragon Ball, dan Sincan”. Ini adalah tanggapan yang secara khusus ditujukan terhadap tulisan komentar Sdr. Widana.

      Terima kasih.

    • terimakasih sodaraku,
      saya agak kurang setuju dengan tulisan di blog ini,bagaimanapun juga untuk kita agama kita dan untuk mereka agama mereka,jangan saling merendahkan,jangan merasa eksklusive,tapi cukuplah inklusive.
      manusia dianugrahi nafsu dan pikiran, seandainya manusia menggunakan akal dan pikiran tentunya ia akan sampai kepada pemikiran tentang penciptaan alam dan seisinya,tentang keteraturan hukum alam,dimana ia dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa semua ini tiadalah mungkin tanpa ada yang mengatur. sebagai contoh kisah nabi ibrahim atau abraham a.s mencari Tuhan, anda bisa mencoba mencari dan memahami hakikat yang terkandung dalam kisah tersebut yang mana akan mengoreksi pendapat anda bahwa hindu adalah agama tertua di dunia.tiada salahnya mempelajari agama lain agar tercipta rasa toleransi dan saling mengerti.
      Tuhan telah menampakan keberadaannya melalui ciptaan ciptaanNya,tinggal apakah orang itu mau menuruti hawa nafsunya atau akal pikiranya.
      Untukmulah agamamu,untukkulah agamaku. Tiada paksaan dalam memasuki suatu agama.semoga bemanfaat.salam.

  2. jgn lah engkau meng agungkan sesuatu yang blum engkau alami sendiri kebenarannya,,,anda y islam umatny,,anda cuman dengar dari pencerahmah alias pak haji ustad kya,dll blom tentu dia jg mengalami hal itu,,paling baca dari alkitab,,seperti pastur jg begitu mengajarkan seperti yang di tuis di alkitab,,biksu budha sama jg begitu,,umat hindu jg begitu,,kenapa semua pada meng agungkan sesuatu yg anda yakini itu tanpa anda mengalaminya,,,semuanya baik,,,tergantung yang menjalaninya,,saya ambil contoh,,pak haji ceramah di masjid ,,blom tentu kehidupan nyatanya begitu,,pastur cramah di gereja sama jg,,bksu jg dan lain lainnya,,saya lihat sekarang orang bukan mau beragama tapi amal bisa di beli skrg,,,orang naik haji pulang haji blom tentu dia mati masuk surga,,blom tentu orang mina sumbangan dia mau nasih,,liat saja lebel HALLAL di indonesia bisa di beli KOK,,,agama di jadikan bisnis,,???????????????

    • Oh amelia sayang yang namanya dakwah kan penting, mana kita tahu kebenaran bila gak ada orang yang menyampekan. Tak usahlah kita agungkan Kyai, pastur, biksu atau yang lain, cukup kita sampekan terima kasih kepadanya adalah merupakan sebuah kebijakan.
      Tentang beliau melakukan atau tidak itu urusan mereka gak usah kita hakimi orang lain, betul gak ?

  3. hiduplah ahlussunnah wal jama’ah. bagus juga informasinya dan sebenarnya saya juga sependapat dengan saudara. memang sungguh ironis sekali kaum kafir menjebak umat islam.

  4. Semua tayangan kartun tak lebih dari takhayul/fiktif belaka, sebaiknya jangan terlalu dipandang serius. tidak pantas dibandingkan dengan agama, karna tingkat kepentingan keduanya jauh berbeda.

    Kalau anda benar-benar concern, dukunglah animator islam atau sejenisnya, kita sadar dunia sudah semakin berubah dan karena televisi serta komik (pusat konsumsi hiburan anak) didominasi oleh tayangan2 luar (yang notabene adl buatan org non islam) maka anak-anak kita tumbuh dari apa yang dilihatnya, dia yang jadi penghayal atau melewatkan waktu shalat, salah siapa? kalau bukan orang yang menyediakan tv secara bebas..
    terlalu sulit untuk menghilangkan pengaruh animasi di kalangan anak, semua anak menyukai kisah yang bagus, karakter yang keren, petualangan yang berkesan..
    jangan sampai mereka mengenal naruto terlebih dahulu sebelum mengenal perjuangan rasulullah dan sahabatnya, bertanggung jawablah para orang tua.
    jangan sampai ketika dunia berkembang kita malah mundur, animasi dilawan animasi yang lebih keren.. yang mengajarkan kebaikan, rahmat semesta alam.

  5. bukannya itu semua tergantung bagaimana kita menanggapinya contoh film doraemon itu, kalu kita menonton itu hanya untuk hiburan maka tidak akan jadi masalakan.
    yang jadi masalah adalah kalau kita mempercayai itu semua lagi pula orang yang membuat film tersebut hanya membuat film untuk hiburan.
    jadi kalau menurut saya film doraemon itu tidak apa-apa.yang pentingkan kita bisa mengontrol anak-anak agar tidak terjerumus.

  6. Terlalu serius menanggapinya…
    bagaimana dgn Journey to the west (Sun Go Kong) yg jelas2 merupakan film budha… tapi telah disiarkan di seluruh dunia?… Itu kan hanya fiktif belaka dan juga hiburan… Apalagi jika anak yg menonton… mereka tdk tau apa itu budha shinti dll… yg penting ajarkan anak bahwa ini cum film… kan sudah ada biasanya tulisan BO (Bimbingan Orangtua)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s