Sumber : http://www.taushiyah-online.com
(Tahapan Perjalanan Manusia Menuju Hari Kebangkitan di Akhirat)
Setelah manusia mati akan mengalami tahapan sbb :
1.Alam Barzakh
Para salaf bersepakat tentang kebenaran adzab Dan nikmat yang Ada di alam kubur (barzakh) . Nikmat tersebut merupakan nikmat yang hakiki, begitu pula adzabnya, bukan sekedar bayangan atau perasaan sebagaimana diklaim oleh kebanyakan ahli bid’ah. Pertanyaan (fitnah) kubur itu berlaku terhadap ruh Dan jasad manusia baik orang mukmin maupun kafir. Dalam sebuah hadits shahih disebutkan Rasulullah SAW selalu berlindung kepada Allah SWT dari siksa kubur. Rasulullah SAW menyebutkan sebagian dari pelaku maksiat yang akan mendapatkan adzab kubur, diantaranya mereka yang
A. Suka mengadu domba
B. Suka berbuat ghulul
C. Berbuat kebohongan
D. Membaca Al Qur’an tetapi tidak melaksanakan apa yang diperintahkan Dan yang dilarang dalam Al’Qur’an
E. Melakukan zina
F. Memakan riba
G. Belum membayar hutang setelah mati (orang yang berhutang akan tertahan tidak masuk surga karena hutangnya)
H. Tidak bersuci setelah buang air kecil, shg masih bernajis
Adapun yang dapat menyelamatkan seseorang dari siksa kubur adalah Shalat wajib, shaum, zakat, Dan perbuatan baik berupa kejujuran, menyambung
Silaturahim, segala perbuatan yang ma’ruf Dan berbuat baik kepada manusia , juga berlindung kepada Allah SWT dari adzab kubur.
2. Peniupan Sangkakala
Sangkakala adalah terompet yang ditiup oleh malaikat Israfil yang menunggu kapan diperintahkan Allah SWT. Tiupan yang pertama akan mengejutkan manusia Dan membinasakan mereka dengan kehendak Allah SWT, spt dijelaskan pada Al Qur’an :
“Dan ditiuplah sangkakala maka matilah semua yang di langit Dan di bumi, kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah SWT”( QS. Az Zumar :68 ).
Tiupan ini akan mengguncang seluruh alam dengan guncangan yang keras Dan hebat sehingga merusak seluruh susunan alam yang sempurna ini. Ia akan membuat gunung menjadi rata, bintang bertabrakan, matahari akan digulung, lalu hilanglah cahaya seluruh benda-benda di alam semesta. Setelah I TU keadaan alam semesta kembali seperti awal penciptaannya.
Allah SWT menggambarkan kedahsyatan saat kehancuran tersebut sebagaimana firman-Nya : ” Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan Hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada Hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya Dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, Dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat keras” (QS.Al Hajj:1-2).
Sedangkan pada tiupan sangkakala yang kedua adalah tiupan untuk membangkitkan seluruh manusia ; “Dan tiupan sangkakala (kedua), maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Rabb mereka.(QS. Yaa Siin : 51).
Rasulullah SAW bersabda, “Kemudian ditiuplah sangkakala, dimana tidak seorangpun tersisa kecuali semuanya akan dibinasakan. Lalu Allah SWT menurunkan hujan seperti embun atau bayang-bayang, lalu tumbuhlah jasad manusia.Kemudian sangkakala yang kedua ditiup kembali, Dan manusia pun bermunculan (bangkit) Dan berdiri”.(HR. Muslim).
3.Hari Berbangkit
“Pada Hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakannya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu”. (QS. Al Mujadilah : 6).
4.Padang Mahsyar
“(Yaitu) pada Hari (ketika ) bumi diganti dengan bumi yang lain Dan (demikian pula) langit Dan mereka semuanya di padang Mahsyar berkumpul menghadap ke hadirat Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.(QS. Ibrahim:48).
Hasr adalah pengumpulan seluruh mahluk pada Hari kiamat untuk dihisap Dan diambil keputusannaya. Lamanya di Padang Mahsyar adalah satu Hari yang berbanding 50.000 tahun di dunia. Allah berfirman:
“Malaikat-malaikat Dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun.(QS. Al Maarij:4).
Karena amat lamanya Hari itu, manusia merasa hidup mereka di dunia ini hanya seperti satu jam saja.
Dan (ingatlah) akan Hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di Hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali hanya sesaat saja di siang Hari. (QS.Yunus:45).
“Dan pada Hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa, bahwa mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat saja” (QS. ArRuum:55).
Adapun orang yang beriman merasakan lama pada Hari itu seperti waktu antara dhuhur Dan ashar saja. Subhanallah.
Keadaan orang kafir saat itu sebagaimana firman-Nya.”Orang kafir ingin seandainya IA dapat menebus dirinya dari adzab Hari itu dengan anak-anaknya, dengan istri serta saudaranya, Dan kaum familinya yang melindunginya ketika di dunia, Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya”.(QS.AlMa’arij:11-14).
5. Syafa’at
Syafaat ini khusus hanya untuk umat Muslim, dengan syarat tidak berbuat syirik besar yang menyebabkan kepada kekafiran. Adapun bagi orang musyrik, kafir Dan munafik, maka tidak Ada syafaat bagi mereka.
Syafaat ini diberikan Rasulullah SAW kepada umat Muslim (dengan izin dari Allah SWT).
6. Hisab
Pada tahap (fase) ini, Allah SWT menunjukkan amal-amal yang mereka perbuat dan ucapan yang mereka lontarkan, serta segala yang terjadi dalam kehidupan dunia baik berupa keimanan, keistiqomahan atau kekafiran.
Setiap manusia berlutut di atas lutut mereka. “Dan kamu lihat tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya . Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Jatsiah:28).
Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Muhammad SAW, kita umat yang terakhir tapi yang pertama dihisab. Yang pertama kali dihisab dari hak-hak Allah pada seorang hamba adalah Shalatnya, sedang yang pertama kali diadili diantara manusia adalah urusan darah.
Allah SWT mengatakan kepada orang kafir : “Dan kamu tidak melakukan suatu pekerjaan melainkan Kami menjadi saksi atasmu diwaktu kamu melakukannya”.(QS. Yunus:61). Seluruh anggota badan juga akan menjadi saksi.
Allah bertanya kepada hamba-Nya tentang apa yang telah ia kerjakan di dunia : “Maka demi Rabbmu, kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang akan mereke kerjakan dahulu”.(Al Hijr:92-93).
Seorang hamba akan ditanya tentang hal : umurnya, masa mudanya, hartanya dan amalnya dan akan ditanya tentang nikmat yang ia nikmati.
7. Pembagian catatan amal
Pada detik-detik terakhir hari perhitungan , setiap hamba akan diberi kitab (amal) nya yang mencakup lembaran-lembaran yang lengkap tentang amalan yang telah ia kerjakan di dunia.
Al Kitab di sini merupakan lembaran-lembaran yang berisi catatan amal yang ditulis oleh malaikat yang ditugaskan oleh Allah SWT.
Manusia yang baik amalnya selama di dunia, akan menerima catatan amal dari sebelah kanan. Sedangkan manusia yang jelek amalnya akan
menerima catatan amal dari belakang dan sebelah kiri, spt pada firman Allah berikut ini:
“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka ia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan ia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka ia akan berteriak : “celakalah aku”, dan ia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”,(QS. Al Insyiqaq:8-12) .
“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata:”wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini), dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.Telah hilang kekuasaanku dariku” (Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya”, kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala”.(QS. Al Haqqah:25 31).
8. Mizan
Mizan adalah apa yang Allah letakkan pada hari kiamat untuk menimbang amalan hamba-hamba-Nya. Allah berfirman : “Dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah seorang dirugikan walau sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya.Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan”.(QS. Al Anbiya:47)
Setelah tahapan Mizan ini, bagi yang kafir, dan mereka yang melakukan perbuatan syirik akan masuk neraka.
Sedangkan umat muslim lainnya, akan melalui tahap selanjutnya yaitu Telaga
9. Telaga
Umat Muhammad SAW akan mendatangi air pada telaga tsb. Barang siapa minum dari telaga tsb maka ia tidak akan haus selamanya. Setiap Nabi mempunyai telaga masing-masing. Telaga Rasulullah SAW lebih besar, lebih agung dan lebih luas dari yang lain, sebagaimana sabdanya :
Sesungguhnya setiap Nabi mempunyai telaga dan sesungguhnya mereka berlomba untuk mendapatkan lebih banyak pengikutnya di antara mereka dan sesungguhnya Nabi Muhammad mngharapkan agar menjadikan pengikutnya yang lebih banyak (HR. Bukhari Muslim).
Setelah Telaga, umat muslim akan ke tahap selanjutnya yaitu tahap Ujian Keimanan Seseorang. Perlu dicatat bahwa orang kafir dan orang yang berbuat syirik sudah masuk neraka (setelah tahap Mizan, seperti dijelaskan di atas).
10.Ujian Keimanan Seseorang
Selama di dunia, orang munafik terlihat seperti orang beriman karena mereka menampakkan keislamannya. Pada fase inilah kepalsuan iman mereka akan diketahui, diantaranya cahaya mereka redup. Mereka tidak mampu bersujud sebagaimana sujudnya orang mukmin. Saat digiring, orang-orang munafik ini merengek-rengek agar orang-orang mukmin menunggu dan menuntun jalannya.Karena saat itu benar-benar gelap dan tidak ada petunjuk kecuali cahaya yang ada pada tubuh mereka.
Allah SWT berfirman,”Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang beriman:”Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu”.Dikatakan (kepada mereka):”Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”.Lalu diadakan diantara mereka dinding yang mempunyai pintu.Di sebelah dalamnya ada rahmat da di sebelah luarnya dari situ ada siksa.(QS.Al hadid:13).
Setelah ini umat muslim yang lolos sampai tahap Ujian Keimanan Seseorang ini, akan melalui Shirat.
11. Shirat
Shirath adalah jmbatan yang dibentangkan di atas neraka jahannam, untuk diseberangi orang-orang mukmin menuju Jannah (Surga).
Beberapa Hadits tentang Shirath
Sesungguhnya rasulullah SAW pernah ditanya tentang Shirath, maka beliau berkata :
Tempat menggelincirkan, di atasnya ada besi penyambar dan pengait dan tumbuhan berduri yang besar, ia mempunyai duri yang membahayakan seperti yang ada di Najd yang disebut pohon Sud’an.(HR. Muslim)
“Telah sampai kepadaku bahwasanya shirath itu lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang”. (HR. Muslim)
“Ada yang melewati shirath laksana kejapan mata dan ada yang seperti kilat, ada yang seperti tiupan angina, ada yang terbang seperti burung dan ada yang menyerupai orang yang mengendarai kuda, ada yang selamat seratus persen, ada yang lecet-lecet dan ada juga yang ditenggelamkan di neraka jahannam”. (HR. Bukhari Muslim)
Yang paling pertama menyebarangi shirath adalah Nabi Muhammad SAW dan para pemimpin umat beliau.Beliau bersabda : “Aku dan umatku yang paling pertama yang diperbolehkan melewati shirath dan ketika itu tidak ada seorangpun yang bicara, kecuali Rasul Dan Rasul berdo’a ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah.(HRBukhari).
Bagi umat muslim yang berhasil melalui shirath tersebut, akan ke tahap selanjutnya jembatan
12. Jembatan
Jembatan disini, bukan shirath yang letaknya di atas neraka jahannam. Jembatan ini dibentangkan setelah orang mukmin berhasil melewati shirath yang berada di atas neraka jahannam.
Rasulullah SAW bersabda : “Seorang mukmin akan dibebaskan dari api neraka, lalu mereka diberhentikan di atas jembatan antara Jannah(surga) dan neraka, mereka akan saling diqhisash antara satu sama lainnya atas kezhaliman mereka di dunia.Setelah mereka bersih dan terbebas dari segalanya, barulah mereka diizinkan masuk Jannah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, seorang diantara kalian lebih mengenal tempat tinggalnya di jannah daripada tempat tinggalnya di dunia”.(HR. Bukhari).
Setelah melewati jembatan ini barulah orang mukmin masuk Surga.
Kesimpulan :
Setelah penjelasan di atas tinggal kita menunggu…, apa yang akan kita alami di hari akhir nanti…, tentunya sesuai dengan apa yang kita lakukan di dunia ini
. Semoga Alah SWT memberi kekuatan dan selalu membimbing kita untuk tetap istiqomah di jalan-Nya sehingga dapat mencapai surga-Nya dan dijauhkan dari siksa neraka-Mu ya Allah
.karena kami sangat takut akan siksa neraka-Mu ya Allah
Sumber :
1. Hidup Sesudah Mati edisi terjemah oleh Syaikh Jasim Muhammad Al Muthawwi
2. Al Yaum Al Akhir, Juz I,II,III oleh Dr. umar Sulaiman Al Asyqar
3. Syarah Lum’atul I’tiqad Al hadi Ila Sabilir Rasyad oleh Syaikh Utsaimin
4. Tahdzib Syarah Ath thahawiyah oleh Ibnu Abil Izz Al Hanafi
5. Tadzkirah, Imam Qurthubi
6. At Takhwif Minan Naar oleh Ibnu rajab Al Hambali
7. Hadiul Arwah Ila Biladil Afrah, Ibnu Qayyim Al Jauziyah
8. Nihayatul Bidayah wan Nihayah oleh Al hafidz Ibnu Katsir
9. Ahwalun Naar oleh Muhammad Ali Al Kulaib.
Sumber : http://www.taushiyah-online.com
Assalamulaikum w.w
saya sangat tertarik dengan isi blog mas denny ini karena komplit dan isinya berbobot, saya berharap mas denny makin produktif menulis di blog ini untuk menambah ilmu dan wawasan bagi masyarakat.Terima kasih mas Denny semoga apa yang mas Denny sampaikan mendapat balasan yang baik dari Allah.s.w.t
Oleh: ombedi on November 27, 2007
at 8:57 am
Assalamualaikum..
Secara teori tulisan mas bagus sekali, tapi akan lebih bagus jika relevansinya diperkuat dengan bukti empirik yang ada. Mungkin bisa wawancara langsung dengan orang yang mati suri, meski kasus sangat spesifik tapi ini benar-benar membuktikan apakah yang dialami di alam sesudah mati secara jasad sama dengan tahapan tadi. Semoga kita semua diberi petunjuk yang benar dari yang paling benar di mata Allah SWT.
Oleh: Teguh on Januari 1, 2008
at 12:55 pm
Mengerikan sekali, mudah mudahan kita bisa tetap istiqomah di jaln ALLAH
Oleh: Moslem forever on Januari 12, 2008
at 2:44 pm
setelah saya membaca wesite ini
saya sadar bahwasanya kita hidup di dunia hanya sementara
hidup ini bagaikan game
kita harus pandai mensiasati hdup
jgn sampai terjebak pada ranjau yg pada akhirnya kiat akan mati dan masuk neraka
thanks ya tuk yg buat website ini
Oleh: zaini rahmad on Januari 22, 2008
at 10:53 am
Ya Allah ampunilah dosa dosa dan kekhilafan hambamu ini,jadikanlah hamba ini termasuk orang yang pandai bersyukur atas segala limpahan nikmat yang engkau berikan kepada hamba….
untuk yang punya blog ini tank ya…..
Oleh: satria 165 on Maret 13, 2008
at 10:18 am
Allah Maha Dekat dan Maha Meliputi Segala Sesuatu. Banyak2lah kita b’dzikir kpd ALLAH.
Oleh: Alam Pamujo, Drh on Mei 21, 2008
at 1:35 am
Yang paling pertama menyebarangi shirath adalah Nabi Muhammad SAW dan para pemimpin umat beliau.Beliau bersabda : “Aku dan umatku yang paling pertama yang diperbolehkan melewati shirath dan ketika itu tidak ada seorangpun yang bicara, kecuali Rasul Dan Rasul berdo’a ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah.(HRBukhari).
Bagi umat muslim yang berhasil melalui shirath tersebut, akan ke tahap selanjutnya jembatan.
bukannya Nabi Muhammad d\telh di jamin surga???
mohon penjelasannya
Oleh: ajigerok on Juli 17, 2008
at 1:54 am
semua nabi dijamin masuk surga tapi semuanya tetap melewati jembatan sirhat itu.
Oleh: yosi nirmolo on November 2, 2009
at 3:25 am
Yth, Ustaz
Problem saya,
Dulu bbrp tahun yg lalu saya pernah berhutang, dan sekarang sdh ada kemudahan mencari rezky, dan berniat melunasi utang yg dulu, akan tetapi orang yg saya berutang tidak tau lagi dimana sekarang. pertanyaannya: bagaimana cara melunasi utang saya, apakah saya menyedekahkan ke mesjid atau mushalla, dengan niat sebagai untuk melunasi utang saya pada seseorng yg dulupernah berhutang padanya, atau adakah solusinya, mohon jawaban yang jelas dari ustadz
Oleh: firdaus on September 6, 2008
at 6:29 am
Ya ALLAH kami bukan ahli syurga tapi kami takut akan siksa neraka. Ya ALLah hindarkanlah kami dari siksaan api. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-MU Ya ALLAH. Amin Ya Rabbal Alamin.
Oleh: Ifrahsyah on Desember 7, 2008
at 1:21 pm
ASSALAMU’ALAIKUM
salam kenal,teruntuk saudara-saudara semuslim.Keistiqhomahan memang menjadi barang mahal saai ini,tapi kita sebagai manusia biasa yang setiap detik melakukan dosa bukan berarti kita terus putus asa akan rahmatnya.TETAP OPTIMIS SAUDARA-SAUDARIKU JALAN DAKWAH MASIH LUAS TERBENTANG.DAN INGAT 1 HAL ALLOH ITU MAHA PENGASIH DAN PENYAYANG.SYUKRON
Oleh: razita sabrina filzah on Desember 12, 2008
at 8:56 am
Alhamdllah..saya bs menemukan blog ini. Isinya bner2 brmanfaat. Saya jd lbh bertambah pengetahuan tentang kehidupan setelah mati. Sebelumnya wkt diskolah hny sbgian bsarnya saja. Bgian minum ditelaga blm prnh dgr dan jembatan stelah shirath.
sungguh sajian yg layak disimak..mg2 laen wkt dpt menyajikan tlisan yg lbh brmanfaat lg..
~Tetep Semangat~
Oleh: Diah palupi on Desember 14, 2008
at 9:16 pm
pintu pertama menuju akhirat adalah kematian….
jika kita selamat dari kematian…(khusnul khatimah) maka selanjutnya tidak perlu dikawatirkan…
bukankah ujian dari Allah hanya ada pada saat manusia hidup didunia???????
Allah maha pengasih lagi penyayang…
bukan surga dan neraka yang dituju…..
tapi Ridho-NYA lah kita cari……
astagfirullah100x
Oleh: pencari TUHan on Desember 16, 2008
at 10:44 am
Hmmm bagus banget. aku dulu berpikiran bahwa tahap pemberian kitab itu yang terakhir, ternyata hmmm masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui. tapi sepertinya belum komplit ya kalau tidak dijelaskan kenapa orang melalui sirath itu beraneka cara, dan jenis surga n neraka belum disentuh. ya… semoga dilain kesempatan dijelaskan lagi heeeee. thanks banget ya.
Oleh: eddy on Desember 25, 2008
at 9:14 pm
aQ mau tanya…orang mati apakah bisa hidup kmbali atau reingkarnasi?dan saat kerabat, teman, ato saudara Qt mati,,,jika Qt sangat merindukan dia,apakah Qt bisa bertemu dengan dia….baik nyata maupun hanya mimpi???
tolong dijawab di E-mail saya……
terimakasih
Oleh: zakia on Januari 30, 2009
at 12:13 pm
tidak ada reinkarnasi karna jumlah manusia terus bertambah dibanding julah yg mati. untuk bertemu dgn keluarga yg meninggal tdk bisa lagi kecuali atas izin Allah lewat mimpi. atau sdh mati tapi kalau salah satunx sial maka tdk akan ketemu lagi selam2nya.
Oleh: yosi nirmolo on November 2, 2009
at 3:27 am
aQ mau tanya…orang mati apakah bisa hidup kmbali atau reingkarnasi?dan saat kerabat, teman, ato saudara Qt mati,,,jika Qt sangat merindukan dia,apakah Qt bisa bertemu dengan dia….baik nyata maupun hanya mimpi???
tolong dijawab di E-mail saya……
terimakasih
Oleh: zakia on Januari 30, 2009
at 12:14 pm
tulisan sangat bagus, semoga akan menjaidkan sebagai ingatan dan peringatan apabila kita melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah sehongga kita menjadi takut, dan emoga keselamatan selalu menyertai kita di dunia maupun di akhirat.amien
Oleh: Dulloh Abdullah on Februari 16, 2009
at 2:26 pm
kehidupan setelah mati tidak pernah kita ketahui bagaimana kehidupan pada saat itu.
isi blog ini sungguh sangat bermanfaat…
untuk yang nulis syukron kasiir…
semoga Allah memberikan kita iman dan umur panjang dengan amal shaleh….
amiiin…..
Oleh: meta on Februari 28, 2009
at 8:04 am
Teruslah mengingat kematian, terus mengingat dosa, terus mengingat Allah S.W.T., maka rasa takut kita akan menjadi kasih sayang-Nya.
Oleh: Pejalan on Maret 5, 2009
at 11:56 am
aku jg ingin menanyakan seperti yang di tanyakan zakia, apakah seseorang bisa bertemu dengan keluarganya di alam sana apabila dia telah meninggal sebelum dan sesudah hari kiamat. tolong di jawab di E-mail aku, coz dari dulu aku sangat menginginkan jawabannya,..
Oleh: iw@an on Maret 7, 2009
at 9:01 pm
kalau sekeluarga masuk surga maka pasti bisa ketemu. tapi kalau tdk maka tdk akan lagi ketemu.
Oleh: yosi nirmolo on November 2, 2009
at 3:29 am
sumber tentang kehidupan setelah mati itu dari mana. apa ada orang yang ahli olah batin meneliti ini. suwun
Oleh: ihdinas on April 10, 2009
at 5:03 pm
kehidupan ttg akhirat adalh soal keimanan. tdk perlu ahli batin. sumberx di alquran dan hadist. kita telah diberi otak untuk menganalisa. bukan keimanan namanya kalau kelihatan, matahari terbit di sebleah timur dan tenggelam di sebelah barat kan merupakan hal luar biasa. dan pasti berat dipercaya jika itu diajdikan “hal ghaib”.
Oleh: yosi nirmolo on November 2, 2009
at 3:32 am
apakah diduna ini tidak ada yank kekal abadi??
Oleh: wulan on April 12, 2009
at 7:08 pm
tidak yg kekal kecuali amal baik dan buruk.
semua akan musnah pohon, bangunan, air, kecantikan, suara yg merdu, pendidikan, mesjid, kabah, quran, semua akan musnah..
Oleh: yosi nirmolo on November 2, 2009
at 3:33 am
saya sangat senang sekali membaca artikel pak ustad.subhannalloh sanangat menakutkan membacanya,mudah – mudahan bisa selalu menjadi manusia iatikomah di jalan _Nya.
Oleh: yaya nurhayati on April 18, 2009
at 12:53 pm
Saya sedang menulis buku tentang perjalanan manusia yang saya beri judul “Persiapan manusia menuju hari yang abadi”
dan saya mendapat banyak inspirasi setelah membacanya. mudah2an dengan membacanya kita semua bisa berubah menjadi lebih baik untuk mempersiapkan diri menuju hari yang abadi
Oleh: Irwan Fauzi on Juni 30, 2009
at 5:29 pm
subhanaallah
saya merinding ketika membayangkan apa yang saya baca
mudah2n allah mengampuni semua dosa2 sayaa
saya yakin pintu maaf allah belum tertutup buat umatnya
Oleh: keyla on Juli 14, 2009
at 10:15 am
Asslamualaikm.pa ustad.alhamdulillah setelah membaca blog ini ana akan slalu mengingat allah,dosa n kmatian,syukron
Oleh: Bayu-jambi on Agustus 18, 2009
at 10:36 am
assalamualaikum,,,
saya cuma bisa bilang ALLAH itu maha besar,maha mengetahui,jangan hanya membaca ini kalian baru takut akan dosa,,,
taubatlah segera
dan kembali ke jalan Allah
bersihkan diri seperti dimana pertama kali Ia menciptakan kita semua.
blog ini amat sangat bagus,
Allah slalu bersama kita,,,
amiennn
Oleh: alam habib burohman on Oktober 23, 2009
at 11:00 am
saya sangat tertarik dengan apa yang ada pada bloger ini, karena sangat detail dan sangat lengkap buanget………………! makasih untuk yang buatnya ya…………….?????!!!!!!!!!!
Oleh: riyanto on Oktober 24, 2009
at 12:56 pm
apakah ada kehidupan k 2 setelah kiamat?
Oleh: Harry on Oktober 26, 2009
at 12:22 pm
ya, kehidupan yg tak ada kematian lagi. kehidupan di neraka atau kehidupan di surga.
Oleh: yosi nirmolo on November 2, 2009
at 3:35 am
kira-kira surga neraka itu kekal nggak, menurut saya pribadi hanya Allah swt. saja yang kekal semuanya akan berubah, tolong di tanggapi sama penulis.
kt semua akan selamat karena kita akan kembali kepada asal pencipta yaitu Allah Swt. siksaan itu juga berlaku didunia maupun diakhirat tapi tidak abadi semuanya akan musnah, hanya Allah Swt. sendiri yang ada kembali seperti kehidupan awal. Dia maha kuasa maha perkasa
Oleh: han on Oktober 27, 2009
at 12:13 pm
nereka itu kekal surga juga kekal. bukan 1000 tahun bukan 200000000000 tahun bukan 300000000000000000000000000000000000000000000 tahun tapi kekal tak berakhir.
Oleh: yosi nirmolo on November 2, 2009
at 3:37 am
Alhamdulillah nemu tulisan bagus…lanjutkan!!
Oleh: khusnul khotimah on Oktober 28, 2009
at 8:57 am
-masya allah…..
sungguh engkau maha dari segala maha…..
hendaknya ah kita segera bertobat mengingat azab allah yang amat sangadhh pedih .
subhanallah…
Oleh: vebi ayu on Oktober 31, 2009
at 7:43 pm
iya kita harus memperbanyakan solat,berzikir,dsb
Oleh: bambang sokamto on November 14, 2009
at 1:02 pm